Minggu, 18 Maret 2018

DAHLAN ISKAN : CATATAN HATI KECILKU

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas
Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar
Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar
Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada kesusahan
Seorang yang taat pada jalanNya bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti semua jalan bebas hambatan
Biarlah sang penyelenggara hidup yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena hanya Dialah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang terbaik
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar keihlasan
Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan dan pengampunan
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan dan keteguhan
Ketika kamu merasa sunyi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan
Ketika kamu harus membayar harga yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurahatian
Tetap semangat
Tetap kuat
Tetap berjuang
Tetap sabar
Tetap tersenyum
Karena kamu sedang kuliah
di universitas kehidupan
kampus terbesar dan teragung di dunia ini
Tuhan menempatkanmu di posisi yang sekarang, bukan karena kebetulan, tetapi karena rencanaNya
Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
Tetapi mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, bahkan peremehan
Mereka yang menabur dalam kebenaran, tidak akan kembali dengan sia-sia

Disadur dari buku Sepatu Dahlan Iskan

sumber : https://sahampemenang.blogspot.co.id/2016/08/dahlan-iskan-catatan-hati-kecilku.html

Sabtu, 17 Maret 2018

NELSON MANDELA DAN SIPIR PENJARA

Nelson Mandela dan Sipir Penjara
Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun oleh lawan politiknya. Di dalam penjara oleh salah seorang sipir dia sering disiksa, bahkan pernah digantung dgn kepala terbalik dan dikencingi, dia hanya berkata tunggu saatnya.
Ketika Mandela ke luar dari penjara & kemudian menjadi Presiden Afsel, hal pertama yg dia lakukan adalah meminta pengawal pribadinya untuk mencari sipir tersebut, tapi pengawalnya langsung menangkap dan membawa sipir itu ke hadapannya.
Sipir tsb sangat ketakutan, mengira Mandela akan membalas, menyiksa & memenjarakannya, tapi ternyata Nelson malah merangkul dan berkata "hal pertama yg ingin saya lakukan ketika menjadi presiden adalah memaafkanmu".
Dia tdk dikuasai kebencian dan niat untuk balas dendam terhadap lawan2 politik yang dulu memenjarakannya, sipir yg dulu menghina & menyiksanya.
Mandela mengajarkan bagaimana membalas kejahatan dgn kebaikan, kebencian dgn kasih. Apa yg kita lakukan ketika kita sudah begitu dilukai oleh seseorang dan kini kita memiliki kesempatan untuk balas dendam.
Mampukah kita mengampuni? Seberapa luas dan lapang ukuran hati kita? Jika kita ingin menjadi orang besar, kita harus memiliki hati dan jiwa yang besar. Ini ditunjukkan melalui sikap kita yg mau mengampuni orang2 yg telah menyakiti kita.
Dalam sebuah buku ttg pengampunan dikatakan: "Memaafkan memang tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu, namun akan melapangkan jalan kita ke masa depan."
Kebencian dan sikap tidak mau mengampuni sebenarnya sedang menutup jalan untuk masa depan kita sendiri, dan menutup pintu berkat kita. Ketika kita mengampuni, kita sedang membuka jalan yang lapang untuk masa depan kita dan terutama sedang membuka keran pengampunan dari Tuhan atas segala dosa dan kesalahan kita sendiri. Orang yg paling diuntungkan ketika kita mengampuni adalah diri kita sendiri, bukan orang yg kita ampuni tersebut.
Pengampunan adalah hadiah terbaik yg bisa kita berikan kpd diri kita sendiri.


MICHAEL JORDAN, KISAH PEJUANG KEHIDUPAN YANG TAK KENAL KATA MENYERAH

Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”

Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.”

Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.”

Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?”

Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.”

Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan.

Potensi diri kita begitu besar, jangan dipandang kecil hanya karena kita terlihat lecek, kumal, dan belum “diasah”. Tetaplah berusaha dan teruslah mengasah kecerdikan dalam melakukannya. (BMSPS)

"K. Tatik Wardayati"/Intisari-online.com

10 FALSAFAH KEHIDUPAN DARI TIMUR

2. Sebuah batu permata tidak bisa dipoles tanpa gesekan, seperti halnya seorang manusia disempurnakan dengan cobaan hidup.

3. Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

4. Yang bertanya seperti orang bodoh selama lima menit lebih baik daripada yang tidak bertanya, karena ia tetap bodoh selamanya.

5. Jika Anda ingin tak seorang pun mengetahuinya, jangan melakukannya.

6. Berikan seseorang seekor ikan, dan Anda memberinya makan untuk sehari. Ajarkan seseorang untuk menangkap ikan, dan Anda memberinya makan untuk seumur hidup.

7. Waktu terbaik untuk menanam sebuah pohon adalah dua puluh tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua, adalah: mulailah hari ini.

8. Bila Anda ingin tahu masa lalu Anda: lihatlah kondisi Anda saat ini. Bila Anda ingin tahu masa depan Anda: lihatlah tindakan-tindakan Anda saat ini.

9. Sebuah pembicaraan dengan seorang bijak adalah lebih baik daripada sepuluh tahun menuntut ilmu.

10. Hidup sebagian adalah apa yang kita tentukan, dan sebagian lagi ditentukan oleh teman-teman yang kita pilih.

Andrie Wongso

PRESIDEN JOKOWI putraku rajawali, dia harus berani terbang sendiri

Catatan khusus Presiden Jokowi

Saya pernah di undang makan 🍴 malam oleh direktur BUMN China di bidang financial. Ketika hidangan tersedia lengkap di atas meja. Seorang wanita dengan pakaian blazer yang nampak manager restoran itu menyalami kami satu persatu. Setelah ramah tamah sebentar wanita itu mempersilahkan kami makan. Direktur BUMN itu memperkenalkan wanita itu sebagai putri pertamanya.
Saya terkejut bagaimana mungkin seorang direktur BUMN China dengan asset lebih dari Rp 300 triliun membiarkan anaknya bekerja di restoran di hotel bintang 3. "Dia sekarang sedang belajar untuk memahami bagaimana management restoran dengan baik. Setelah itu saya berharap dia punya ide untuk mengelola sendiri restoran. Usianya masih muda dan dia punya waktu untuk belajar dan berkembang ."
" Mengapa harus berkerja di restoran kecil ini?" Tanya saya.
"Di sinilah dia harus belajar. Di restoran kecil ini dia melayani konsumen beragam dan dia harus menerima upah rendah. Ini diperlukan passion dan dedikasi yang luar biasa untuk bekalnya kelak bila ingin mendirikan usaha"

"Bukankah kamu bisa memberikan bantuan modal dan apa saja agar dia mendapatkan karir atau bisnis yang lebih baik?"
"Dia harus lepas dari takdir saya. Dia harus melewati takdirnya sendiri dan mendapatkan pembelajaran dari rasa sakit, kecewa dan kegagalan, yang semua itu harus dia lalui agar dia menemukan potensinya untuk lebik baik dari saya."

Ini pembelajaran mahal dan seakan saya menemukan pembenaran sikap saya ketika membiarkan putra saya untuk memulai bisnis dari usaha kaki lima, tinggal di rumah ukuran 16 meter. Kadang hati saya menjerit melihat dia harus menderita tapi saya kuatkan hati saya untuk hanya menjadi penonton takdirnya sambil berdoa, tentu doa saya untuk buah hati saya yang menjadi amanah Alllah. Apa yang terjadi? hanya dua tahun setelah itu dia berkembang. Kini dia sudah punya empat outlet di mall. Dia masih punya banyak impian dan passion untuk terus berkembang tanpa ragu tanpa tergatung dengan saya. Andaikan dia bisnis dari fasiitas saya dia tidak akan menjadi apa apa kecuali menjadi follower saya.
Sikap Jokowi yang membiarkan kedua putranya berwiraswasta dengan usaha skala UKM adalah sangat bijak agar kedua putranya dapat menjadi dirinya sendiri melewati takdirnya dan menemukan potensinya sendiri, tanpa bayang bayang ayahnya. Bersikap seperti ini tidak mudah.
Saya bisa merasakannya. Apalagi ketika kita mampu berbuat lebih agar anak kita mendapatkan kemudahan. Namun kita harus tegar agar anak bisa melewati takdir seperti ulat yang harus berjuang dalam kelelahan dan derita untuk bisa keluar dari kepompong menemui takdirnya menjadi kupu2 yang indah, terbang menebarkan kebaikan.....
Yang sangat menyedihkan adalah ketika orang tua terlalu mencintai anaknya sehingga selalu dijaga sampai mati, sehingga anaknya mati rasa dan tidak punya malu terhadap umurnya ketika dia mengelola usaha dari keringat ayahnya atau mendapat posisi karena nama besar ayahnya.
Saya rasa orang tua seperti ini lupa bahwa anak bukanlah miliknya tapi milik Tuhan, dan dia sebetulnya tidak pernah mencintai anaknya tapi mencintai dirinya sendiri, yang ingin anaknya menjadi apa yang dia mau tapi bukan seperti Tuhan mau.




Sumber : https://sahampemenang.blogspot.co.id/2017/05/presiden-jokowi-putraku-rajawali-dia.html

LIVE YOUR DREAM, STRONG PEOPLE DON'T PUT OTHERS DOWN. They lift them up !

Henry Ford, sang penemu mobil "Ford", adalah orang yang menerima begitu banyak sindiran, pelemehan dan perkataan-perkataan yang melemahkan dari banyak orang. Mimpi besarnya menciptakan mobil adalah ide khayalan dan tidak masuk akal bagi mereka.
 Sampai suatu hari dia bertemu dengan Thomas Edison, sang penemu lampu bohlam dan listrik. Saat Thomas Edison mendengar ide besar Henry Ford, wajahnya mengisyaratkan kekaguman dan berkata : "Ini ide brilliant dan anda akan menjadi pembuat sejarah (history maker) !" Karena hal yang paling menyenangkan bagi para pemikir positif adalah ketika melihat orang di sekelilingnya bergerak maju. Sejak itulah menjadi awal titik balik dari kehidupan Henry Ford. Padahal, sebelumnya Henry Ford  mulai ragu akan mimpi besarnya untuk menciptakan mobil dan sudah mempertimbangkan opsi untuk menyerah kalah ! Sahabat pemenang, jika impian besarmu dikitari pribadi-pribadi negatif, anda akan gagal, karena energi negatifnya akan transfer dan mendestruksi mentalitas pemenang kita. Sebaliknya jika kita terkoneksi dengan jaringan para pemenang dan pemimpi besar,  kita berpeluang menang dan menjadi besar ! Jadi, awali langkah besar untuk mewujudnyatakan mimpi hebatmu dengan memastikan anda hanya tersambung dengan jaringan para pemenang



Sumber : https://sahampemenang.blogspot.co.id/2016/12/life-your-dream.html

KISAH INSPIRASI. Jangan pernah merendahkan siapapun

Cerita inspirasi kali ini adalah kisah seorang pria kulit putih yang sangat membenci ras kulit hitam. Namun bukannya marah, pria kulit hitam itu hanya tersenyum dan berterima kasih. Semoga cerita ini dapat menginspirasi dan menjauhkan kita dari hal yang negatif. Berikut kisahnya. 

Ada seorang pria kulit putih Amerika yang masuk ke sebuah restoran di kota London. Begitu masuk, ia melihat seorang pria Afrika dengan santai duduk sambil membaca koran di sudut restoran. Lalu dia berjalan ke meja, mengeluarkan dompetnya dan berteriak, "Pelayan!" 

"Saya membeli makanan untuk semua orang di restoran ini, kecuali orang kulit hitam Afrika di sana!" ucapnya dengan lantang sambil menunjuk pria Afrika itu. 

Lalu pelayan mengambil semua uang yang diberikan pria Amerika itu dan mulai melayani makanan gratis untuk semua orang yang ada di restoran, kecuali si pria Afrika. 

Namun bukannya marah dengan perlakuan pria Amerika itu, pria Afrika tersebut hanya menatap orang Amerika itu dan berkata, "Terima kasih!" Ucapnya sambil mengangguk pada pria Amerika itu. 

Tak terima dengan perlakuan pria Afrika itu, orang Amerika itu menjadi marah dan mengeluarkan dompetnya lagi sambil berteriak, "Pelayan! Kali ini saya membeli botol anggur dan makanan tambahan untuk semua orang di bar ini, kecuali orang Afrika yang duduk di pojok sana!" 

Kemudian pelayan kembali mengumpulkan uang dari orang Amerika itu dan mulai melayani makanan gratis dan anggur untuk semua pengunjung bar kecuali orang Afrika. 

Sekali lagi, bukannya menjadi marah, pria Afrika itu hanya tersenyum pada pria Amerika. Sambil mengangguk ia berkata, "Terima kasih." Pria Amerika itu pun semakin bingung dibuatnya, ia mengira pria Afrika itu adalah orang gila. 

Ketika pelayan sudah selesai melayani semua pengunjung restoran, pria Amerika itu memanggil si pelayan. Lalu pria Amerika itu membungkuk di meja dan bertanya kepada pelayan, "Apa yang salah denga pria Afrika itu? Saya telah membeli makanan dan minuman untuk semua orang di bar ini kecuali dia, tapi bukannya menjadi marah, dia hanya duduk di sana dan tersenyum padaku dengan ucapan 'Terima kasih' Apakah dia itu sudah gila?" 

Pelayan itu lantas tersenyum juga dan mengatakan kepada pria Amerika itu, "Tidak, ia tidak gila. Dia adalah pemilik restoran ini."